JAKARTA | Polriwatch - (02/08)
Badan Pimpinan Pusat Kamar Dagang Pengusaha Muda Indonesia (BPP KAPMI) meminta agar pengelolaan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) tetap sejalan dengan arah kebijakan ekonomi Presiden Prabowo Subianto yang berorientasi pada kepentingan rakyat, penguatan UMKM, serta penciptaan lapangan kerja. Pernyataan tersebut disampaikan pada Minggu (2/8/2026).
Ketua Umum BPP KAPMI, Muliansyah Abdurrahman, mengatakan pembentukan Danantara sebagai super holding BUMN yang mengelola aset negara bernilai ribuan triliun rupiah harus menjadi momentum untuk memperkuat perekonomian nasional secara berkeadilan.
Menurutnya, Danantara tidak hanya dituntut mampu meningkatkan nilai investasi negara, tetapi juga harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan pengusaha muda di berbagai daerah.
“Danantara harus menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi nasional. Pengelolaannya wajib transparan, profesional, dan membuka akses seluas-luasnya bagi UMKM serta pengusaha muda. Jangan sampai keluar dari nafas Presiden Prabowo, yakni membangun ekonomi kerakyatan dan kemandirian bangsa,” ujar Muliansyah.
Ia menilai komitmen Presiden Prabowo dalam memberantas praktik mafia ekonomi, memperkuat industri nasional, dan menciptakan lapangan kerja harus tercermin dalam setiap kebijakan Danantara. Karena itu, BPP KAPMI mengingatkan agar lembaga tersebut tidak hanya menjadi ruang investasi bagi kelompok usaha besar.
“Kami mendorong Danantara menghadirkan skema investasi dan kemitraan yang berpihak kepada pengusaha muda serta UMKM. Dengan begitu, target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen benar-benar dapat dirasakan hingga ke masyarakat di akar rumput,” katanya.
Selain itu, BPP KAPMI juga meminta Danantara menjalankan prinsip Good Corporate Governance (GCG) secara konsisten, bebas dari intervensi politik, serta berada di bawah pengawasan yang kuat guna mencegah potensi penyimpangan dalam pengelolaan aset negara.
Menurut KAPMI, tata kelola yang profesional dan akuntabel akan menjadi kunci keberhasilan Danantara sebagai instrumen investasi strategis pemerintah sekaligus penggerak ekonomi nasional.
“Jika dikelola dengan benar, Danantara dapat menjadi mesin baru penciptaan lapangan kerja, memperkuat daya saing nasional, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. BPP KAPMI siap bersinergi serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan tujuan tersebut,” tutup Muliansyah. (Red)













